Berita Pesantren

Menggapai Hajat Dengan Membaca Shalawat Nariyah 4444 kali

Santri Baru

SEMARANG - MAJT menyelenggarakan salawat Nariyah 4444 pada Kamis kedua setiap bulan, dalam rangka menumbuhkan rasa cinta salawat serta memakmurkan kegiatan masjid. Menurut Sekertaris MAJT, Drs KH Muhyidin MAg, kegiatan ini bertujuan sebagai dakwah agar menarik jamaah dan pengunjung dalam menyemarakan masjid.

“Nah, salawat Nariyah itu bertujuan meminta kepada Allah supaya MAJT ini makmur, jamaahnya tambah, baik jamaah pengajian ataupun shalat. Menurut Ulama kalau punya hajat besar, maka bersalawat sebanyak 4444. Maka salawat Nariyah ini bagian dari menyemarakan masjid,” Ujarnya kepada media santri (30/07/2025).

Berdasarkan hasil keputusan rapat, pengadaan kegiatan salawat Nariyah 4444 ke depannya dilaksanakan setiap Kamis ketiga. Alasan pemilihan Kamis karena bertepatan dengan agenda rutin maulid diba, jadi setiap bulannya ada tiga kamis untuk kegiatan maulid diba, lalu satu kamis khusus untuk kegiatan salawat Nariyah. Harapanya kegiatan ini, dapat diikuti dan didukung semua kalangan, baik pihak pengurus, pegawai, santri, maupun jamaah umum MAJT.

Dihubungi terpisah, Drs KH Hadlor Ihsan menjelaskan, MAJT mengadakan kegiatan pembacaan salawat Nariyah 4444 kali setiap Kamis kedua sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mengetuk pintu langit, serta menghidupkan tradisi salawat di kalangan umat.

“Salawat Nariyah memiliki fadhilah luar biasa, di antaranya menghilangkan permasalahan dan keruwetan hidup, serta untuk memohon dikabulkannya hajat besar,” ujarnya singkat.

Menurutnya, jumlah 4444 kali merujuk pada anjuran dalam Kitab Khozinatul Asror, tepatnya pada halaman 179, yang menyebutkan, para ulama di Maroko dulu berkumpul membaca salawat Nariyah sebanyak 4444 untuk mengharap terkabulnya hajat penting. Melalui kegiatan ini, MAJT berharap semangat bersalawat semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Dihibungi terpisah, Drs KH Istajib menambahkan, jika progam salawat Nariyah 4444, sebenarnya pernah dilaksanakan di awal pembangunan MAJT lalu berhenti beberapa waktu, namun sekarang mulai diaktifkan kembali supaya MAJT ramai jamaah dan pengunjungnya melalui keberkahan salawat.

Senada dengan KH Hadlor Ihsan, membaca salawat Nariyah berdasarkan pengalaman spiritual para ulama terdahulu.

Dengan dihidupkannya pembacaan Salawat Nariyah 4444, MAJT tidak hanya menghadirkan ruang ibadah, tetapi juga meneguhkan perannya sebagai pusat dakwah dan spiritual umat. Melalui tradisi salawat yang sarat nilai keberkahan ini, diharapkan masjid semakin makmur, jamaah kian bertambah, serta semangat cinta kepada Rasulullah saw. terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.